NETRALISASI MASYARAKAT WUJUD SUFERMASI HUKUM
Tragedi kriminalisasi KPK seperti halnya drama politik yang akhir-akhir ini mampu membius jutaan masyarakat indonesia.Bagaimana tidak program 100 hari bagi kabinet bersatu jilid 2 saja tidak mampu mengalahkan rating kriminalisasi KPK ini.Jikalaupun ada semacam penghargaan bagi actor politik dan drama politik pastilah KPK akan menyabet seabrek penghargaan di samping rival ketatnya yaitu kepolisian kita.Saling menghujat sana-sini, dengan berbagai bukti, yang entah kebenarannya masih dalam pengujian.Kita tentu masih ingat ketika kita dalam persidangan di MK, suswono, mantan kabareskrim, yang katanya di pecat, dengan nada penyesalan dia dan menyebut nama Allah mengungkapkan bahwa dirinya bener-bener tidak sesuai dengan apa yang di tuduhkan.Mungkin jika kita mencermati kejadian itu, tentu kita akan terbawah emosi, dimana kita akan membenarkan apa yang di katakana olehnya.
Dan pada perkembangan terakir akhir-akhri ini, kita masih ingat ketika tersangkah pembunuhan Nasrudin,direktur rajawali, yaitu antasari mantan ketua KPK.Setelah mendengar kesaksian yang mengemparkan persidangan, yaitu dari pengakuan si x menangis teseduh-seduh,”kebenaran sudah mulai terungkap”, itu adalah salah satu petikan kata yang sempat di lontarkan antasari.Kita juga masih ingat ketika kapolri memberikan klarifikasi di depan komisi 3 DPR, ada salah sala satu kutipan beliau,yaitu menyebutkan bahwa terdakwa bibit-candra di sinyalir melakukan pemerasan.setelah di kroscek ternyata itu masih dalam dugaan sementara.ibaratnya suasana perpolitikan kita seperti halnya “panggung sandiwara kaum berdasi”.
Terlepas dari permaslahan itu, akhir-akhir ini ada indikasi bahwa system perpolitkan di Negara kita mulai mengalami masa-masa transisi.Dimana perpolitikan kita sangat muda di dibuat seperti halnya sebuah permainan strategi, guna memenuhi kepentingan pribadi dan para antek-antek politik kita.Dan akhirnya yang ada adalah kepentingan rakyat menjadi korban.Tapi anehnya dalam suatu konflik politik muncul fenomena “politik heroid”, dimana muncul sosok yang menjadi pujaan rakyat.kita masih ingat munculnya gerakan 1.000.000 pendukung KPK di dunia maya.Tentunya ini hal yang sangat lumrah,karena rakyat punyak standar siapa para politikus yang baik dan yang tidak.Namun alangkah baiknya sifat “netralisasi” masyarakat harus lebih di tonjolkan,Masyarakat seharusnya difungsikan sebagai control atas berjalannya sufermasi hukum di Negara ini.Jadi masyarkat kita fungsikan sebagai pengadilan rakyat.Dan pada akhirnya yang adalah bukan saling dukung-mendukung salah satu lembaga, namun lebih mendukung pada nilai-nilai kebenaran berdasarkan hokum yang berlaku.