Dalam literatur study ekonomi pembangunan disebutkan bahwa kunci pembangunan suatu nehara terletak pada tiga point penting.pertama, bagaimana suatu negara mempunyai kekayaan akan alam.kedua tingkat kualitas sumber daya manusianya. Dan ketiga terletak pada pada modal dan kemajuan teknologi suatu negara tersebut.Tentu dari tiga kunci pembanguan tersebut tidak dapat dipisah-pisahkan dan berdiri sendiri.Tidaklah berguna kekayaan alam yang melimpah di suatu negara jika tidak di imbangi dengan adanya kualitas sumber daya manusianya. Begitu juga dengan tungkat modal yang dimiliki dalam hal ini adalah pendapatan negara.dan sekaligus seberapa tinggi tingkat kemajuan teknologi negara tersebut dimana dalam mendukung proses pembagunan. Sehingga ada suatu slogan yang berbunyi,” asset make things possible, people make things happen”, yang artinya bahwa kekayaan suatu alam, modal, bahan baku dan asset lainya membuat itu mungkin, namun hanya melalaui tangan manusia yang membuat semuanya terjadi”. Ini memberikan suatu gambaran bahwa faktor kualitas manusia sangat menentukan segala hal.
Mari kita berkaca pada negara sendiri, tidaklah heran jika orang mendengar bahwa bangsa kita adalah bangsa yang mempunyai kekayaan yang melimpah.Karena inilah bangsa kita menjadi jamuan bagi negara penjajah.Sehingga tidak heran masih banyak masyarakat kita hidup dalam kemiskinan. Kembali kepada permasalahan kunci pembangunan tersebut, bahwa keberadaan akan sumber data manusia yang berkualitas sangat menentukan. Dalam moment sumpah pemuda yang di ikrarkan pada tanggal 28 tahun 1928 yang menghasilkan tiga point terpenting dalam kebangkitan pemuda pada masa dulu, bahwa menjadi pembuktian yang tercatat dalam sejarah perjalanan kemerdekaan bangsa dari penjajah bahwa begitu besar peran pemuda pada saat itu guna mencapai perbaikan bangsa.Sekali lagi peran serta para pemuda sebagai generasi bangsa, yang akan menentukan nasib bangsa kedepan.
Dan mari kita coba berkaca pada perjalanan sejarah, sudah jelaslah bahwa kemajuan suatu bangsa kedepanya adalah terletak di tangan-tangan para generasi muda seberapa mampu dan mau para pemuda dalam merubah bangsa ini.Dan disinilah peran strategis suatu lembaga institusi pendidikan dalam menyiapkan para generasi bangsa yang berkualitas.Sebut saja peran suatu perguruan tinggi. Disinilah seorang pemuda bisa dikatakan berada pada tingkat strata pendidikan yang tinggi dan siapmenjadi agent-agent perubahan, namu ironis sekali ketika kita mendengan bahwa ternyata dari banyaknya lulusan perguruan tinggi tidak mampu mampu membuka cakrawalah dunia baru yang sedang mereka hadapi mereka belum mampu melawan derasnya arus globalisasi. Ternyata ada fenomena menarik dan menjadi perhatian yang serius bagi kita semua, khususnya bagi para praktisi pendidikan, dalam proses kegiatan perkuliahan ternyata kebanyakan materi yang disampaikan kepada mahasiswa,sebagai wujud elemen pemuda bangsa, hanya menyentuh pada permaslahan normatif saja.Sehingga tatklah seorang lulusan perguruan tinggi sudah terjun di masyarakat, mereka tidak mampu membuka cakrawalah pemikiran terhadap permasalahn di lingkungannya.
Sehingga sudah tentu tujuan dari perguruan tinggi hanyalah tinggal terpampang dalam agenda visi misi saja tanpa ada pembuktian apapun.Alih-alih menciptakan generasi yang handal, yang ada hanya menciptakan tingkat pengangguran baru atau pengangguran struktural yang di artikan sebagai pengangguran yang disebabkan ketidak sesuaian antara struktur permintaan kerja berdasarkan keterampilan.
Reorientasi tujuan perguruan tinggi sangat diperlukan dalam menciptakan para generasi pemuda yang handal dan berkualitas.Perguruan tinggi tidak hanya mementingkan tingkat kuantitas mahasiswa yang duduk di bangku kuliah saja, namun lebih dari itu perguruan tinggi harus di sibukkan bagaimana membuat suatu penerapan penyampaian transforamasi keilmuan kepada mahasiswa, sehingga memberikan bekal yang cukup kepada para lulusan.Dengan harapan mereka mampu menjelma menjadi pahlawan intelektual yang bisa merubah wajah bangsa ini menuju pada yang lebih baik. Dan membawa harum nama bangsa di kanca internasional.Bukan menjadikan generasi mudah yang lemah dan para generasi yang hanya mementingkat kepentingan sendiri, tapi pemuda yang belajar memahami permasalahan bangsa ini.Sehingga bisa diharapkan akan terjadi pemutusan generasi korupsi.